Selasa, 19 Juni 2012

Mereka aja bisa, kenapa kita tidak ??

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Selasa, Juni 19, 2012 0 komentar
Hai.. ini Blog baruku :)
Blog ini berisi tentang materi atau artikel terkait ke-PLSaan. Hidup itu perjuangan ! Semoga PLS kita selalu solid n' makin jaya ! dan saya berharap Blog ini dapat bermanfaat bagi kita semua ya... ^^

sumber: http://www.youtube.com/watch?v=aXnU2jgR6T8


simak video inspirasi ini :)

Pendidikan Masyarakat

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Selasa, Juni 19, 2012 0 komentar
Konsep Dasar Pendidikan Berbasis Masyarakat

Pendidikan berbasis masyarakat merupakan salah satu implementasi demokrasi dalam dunia pendidikan. Konsep dasar pendidikan berbasis masyarakat adalah pendidikan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Dalam arti, pendidikan memberi proporsi yang besar kepada masyarakat untuk berpartisipasi di dalamnya. Pendidikan berbasis masyarakat merupakan perjuangan politis untuk transformasi sosial.

Senin, 18 Juni 2012

PLS, Mau Dibawa Kemana?

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar
          Sejatinya saya begitu optimis dengan pilihan yang saya ambil. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bagi saya adalah ruh perjuangan untuk membantu dan membangun masyarakat mencapai “life long education”. Melalui PLS, saya berharap dapat berkontribusi lebih menciptakan SDM yang berkualitas. Menjadikan Pendidikan di Indonesia kembali bangkit. Khususnya, bagi mereka yang tidak tertampung di Pendidikan Formal.

Education

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar
Homeschooling

Istilah Homeschooling sendiri berasal dari bahasa Inggris berarti sekolah rumah. Homeschooling berakar dan bertumbuh di Amerika Serikat. Homeschooling dikenal juga dengan sebutan home education, home based learning atau sekolah mandiri. Pengertian umum homeschooling adalah model pendidikan dimana sebuah keluarga memilih untuk bertanggung jawab sendiri atas pendidikan anaknya dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya. Memilih untuk bertanggungjawab berarti orangtua terlibat langsung menentukan proses penyelenggaraan pendidikan, penentuan arah dan tujuan pendidikan, nilai-nilai yang hendak dikembangkan, kecerdasan dan keterampilan, kurikulum dan materi, serta metode dan praktek belajar (bdk. Sumardiono, 2007:4).

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar

1. Filosofi PKBM

Filosofi PKBM secara ringkas adalah dari, oleh dan untuk masyarakat. Ini berarti bahwa PKBM adalah suatu institusi yang berbasis masyarakat (Community Based Institution).

Dari masyarakat sebagai filosofi, berarti pendirian PKBM haruslah selalu merupakan inisiatif dari masyarakat itu sendiri yang datang dari suatu kesadaran akan pentingnya peningkatan mutu kehidupannya melalui suatu proses-proses transformasional dan pembelajaran. Inisiatif ini dapat saja dihasilkan oleh suatu proses sosialisasi akan pentingnya PKBM dan hal-hal lainnya tentang PKBM kepada beberapa anggota atau tokoh masyarakat setempat oleh pihak pemerintah ataupun oleh pihak lain di luar komunitas tersebut. Dalam hal pendirian suatu PKBM peran pemerintah ataupun pihak lain diluar komunitas tersebut hanyalah berupa proses sosialisasi, motivasi, stimulasi dan pelatihan untuk memperkenalkan PKBM secara utuh dan membuka perspektif serta wawasan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam membentuk PKBM serta dalam pengembangan selanjutnya. Proses sosialisasi ini hendaknya tidak mengambil alih inisiatif pendirian yang harus murni datang dari kesadaran, kemauan dan komitmen anggota masyarakat itu sendiri. Hal ini sangat penting demi menjaga perkembangan PKBM itu secara sehat yang dikemudian hari akan sangat menentukan kemandirian dan keberlanjutan PKBM tersebut.

BONEKA, MEDIA YANG EFEKTIF UNTUK MEMBANTU KEMAMPUAN PENGAMATAN DAN PEMAHAMAN ANAK

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar

         Pada masa balita, anak biasanya mulai mengembangkan aktifitas yang me-nunjang kemampuan pemahaman dan pangamat-an terhadap lingkungan di sekitarnya. Agar kemampuan itu dapat berkembang secara optimal, kita sebagai orang tua dapat memberikan sesuatu yang dapat merangsang anak untuk melakukan aktifitas itu. Salah satu dari sebagai perangsang itu adalah mainan berupa boneka.

Opini PKBM Sebagai Home Base Dalam Menjadikan Masyarakat Mandiri

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar
       Dalam upaya mewujudkan masyarakat belajar, mandiri dan berdaya guna sejalan dengan visi pendidikan luar sekolah bahwa belajar adalah suatu pember-dayaan dan pendidikan sepanjang hidup yang relevansinya dengan pembangunan masyarakat untuk selalu belajar sampai melahirkan produk yang dapat dimanfaatkan. Sehubungan dengan hal tersebut konsep pendidikan seumur hidup oleh Coombs (1973) menyatakan bahwa hidup itu adalah belajar, sedangkan Mannheim (de Jong 1984) menyata-kan bahwa pendidikan luar sekolah merupakan penemuan paling menen-tukan dalam abad ini, bahkan lebih hebat dari pendidikan persekolahan, belum dihargai sebagaimana seharusnya.

MEMBANGUN INSAN CERDAS MELALUI PERCEPATAN PEMBERANTASAN BUTA AKSARA

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar
Membaca merupakan kunci memasuki dunia pengetahuan yang maha luas. Membaca adalah jembatan untuk menguasai dan menerapkan ilmu pengetahuan ke dalam kehidupan sampai tercapai tatanan yang lebih baik dan sejahtera.

Membaca merupakan kunci memasuki dunia pengetahuan yang maha luas. Membaca adalah jembatan untuk menguasai dan menerapkan ilmu pengetahuan ke dalam kehidupan sampai tercapai tatanan yang lebih baik dan sejahtera. Membaca juga merupakan proses awal dalam sebuah perubahan menuju masyarakat bangsa yang maju dan madani.

PAUD MEMBANGUN PILAR MORAL BANGSA

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar
“Kecil teranjak-anjak besar terbawa-bawa”, demikian salah satu pepatah Bahasa Indonesia yang menekankan pentingnya mendidik anak sejak dini.

“Kecil teranjak-anjak besar terbawa-bawa”, demikian salah satu pepatah Bahasa Indonesia yang menekankan pentingnya mendidik anak sejak dini. Demikian juga dalam kehidupan suku Batak Toba ada istilah atau peribahasa yang mengatakan “ Salah mandasor sega luhutan” yang artinya jika kita salah mendidik anak maka kesalahan tersebut akan terus dibawa sampai dewasa yang akibatnya akan buruk bagi diri dan lingkungan anak. Anak adalah masa depan bangsa, generasi yang akan meneruskan kehidupan dan martabat bangsa. Bagaimana Bangsa Indonesia mempersiapkan generasinya untuk tetap berharkat, bermartabat dan maju dalam segala bidang?

Sarjana Jurusan PLS Tidak Jelas Kemana Mereka Diserap ?

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar


Picture: www.umy.ac.id

          Setiap tahun jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) meluluskan mahasiswa tapi tidak jelas kemana mereka dapat diserap ? Sejatinya saya begitu optimis dengan pilihan yang saya ambil. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) bagi saya adalah ruh perjuangan untuk membantu dan membangun masyarakat mencapai “life long education”. Melalui PLS, saya berharap dapat berkontribusi lebih menciptakan SDM yang berkualitas. Menjadikan Pendidikan di Indonesia kembali bangkit. Khususnya, bagi mereka yang tidak tertampung di Pendidikan Formal.

Pendidikan Kesetaraan

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar

Secara ideologis keaksaraan merupakan “jiwa” dari satu program pendidikan dan budya yang memberikan serangkaian nilai yang bermanfaat untuk membuat berbagai pilihan yang bijak.
Filsafat keaksaraan memandang hekekat keaksaraan sebagai instrumental yang sangat terkait dengan peradaban manusia berupa kemampuan baca tulis sebagai induk bahasa yang digunakan oleh setiap bangsa didunia.
Tujuan Pemberantasan Buta Aksara:
  1. Meningkatkan kemampuan membaca dan menulis dengan huruf latin dan berhitung serta berketerampilan
  2. Dengan kemampuan Calistung (membaca menulis menghitung ) memungkinkan mereka dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari hari.
  3. Menciptakan tenaga lokal yang potensian untuk mengelola sumberdaya yang ada di lingkungannya
  4. Dengan kemampuan Calistung merupakan dasar untuk terciptanya masyarakat gemar membaca dan mampu menekan angka drop out di pendidikan persekolahan.

Logo PLS UNY

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar

PLS

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar
Pendidikan luar sekolah (bahasa Inggris: Out of school education) adalah pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal (persekolahan).

Karakteristik pendidikan luar sekolah
Pendidikan Luar Sekolah sebagai Subtitute dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dapat menggantikan pendidikan jalur sekolah yang karena beberapa hal masyarakat tidak dapat mengikuti pendidikan di jalur persekolahan (formal). Contohnya: Kejar Paket A, B dan C
Pendidikan Luar Sekolah sebagai Supplement pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk menambah pengetahuan, keterampilan yang kurang didapatkan dari pendidikan sekolah. Contohnya: private, les, training
Pendidikan Luar Sekolah sebagai Complement dari pendidikan sekolah. Artinya, bahwa pendidikan luar sekolah dilaksanakan untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan yang kurang atau tidak dapat diperoleh di dalam pendidikan sekolah. Contohnya: Kursus, try out, pelatihan dll

Pemberdayaan perempuan

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar
Lalu ada Pemberdayaaan Perempuan, ini sedikit ulasannya......
























Pemberdayaan Perempuan
adalah usaha sistematis dan terencana untuk mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Pemberdayaan perempuan ” sebagai sumber daya insani, potensi yan dimiliki perempuan dalam hal kuantitas maupun kualitas tidak dibawah laki-laki. Namun kenyataannya masih dijumpai bahwa status perempuan dan peranan permpuan dalam masyarakat masih bersifat subordinatif dan belum sebagai mitra sejajar dengan laki-laki”.

Tujuan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan
Untuk meningkatkan status, posisi dan kondisi perempuan agar dapat mencapai kemajuan yang setrara dengan  laki-laki serta untuk membangun anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, dan bertaqwa serta terlindungi.

Realisasi Pemberdayaan Perempuan
  • Meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan di berbagai bidang kehidupan
  • Meningkatkan peran perempuan sebagai pengambil keputusan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender
  • Meingkatkan kualitas perandan kemandirian organisasi perempuan dengan mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan
  • Meningkatkan komitmen dan kemampuan semua lembaga yang memperjuangkan kesetaraan dan kaeadilan gender
  • Mengembangkan usaha pemeberdayaan perempuan, kesjahteraan keluarga dan masyarakat serta perlindungan anak.
Kebijakan Dasar Pemberdayaan Perempuan
  1. Pengarusutamaan gender dalam pembangunan nasioanal dilakukan melalui “one door policy” atau kebijakan satu pintu,
  2. Peningkatan kualitas SDM perempuan,
  3. Pembaharuan hukum dan peraturan perundang-undangan
  4. Penghapusan kekerasan terhadap perempuan
  5. Penegakkan hak asasi manusia (HAM) bagi perempuan,
  6. Peningkatan kesejahteraan dan perlindungan anak
  7. Pemampuan lembaga pemerintah dalam pemberdayaan perempuan.
  8. Perluasan jangkauan pemberdayaan perempuan
  9. Peningkatan penerapan komitmen internasional.

    http://wordpress.com/pendidikan-luar-sekolah/pemberdayaan-perempuan/

PAUD

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar



Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini yaitu:
* Tujuan utama: untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
* Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.

Pemberdayaan Masyarakat

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan PLS ( Community Education for Development ),
Menempatkan masyarakat sebagai subyek pemberdayaan yang memilik potensi untuk dikembangkan dan mengembangkan diri.
Pengembangan masyarakat / pemberdayaan
  • Ditinjau sebagai sistem → supra sistem
  • Ditinjau sebagai sebuah gerakan
  • Komponen-komponen pengembangan yang saling berhubungan, berproses untuk mencapai tujuan

Pendidikan Orang Dewasa

Diposting oleh nabellaintanpertiwi di Senin, Juni 18, 2012 0 komentar
Yang pertama ada Pendidikan Orang Dewasa, berikut sedikit ulasannya...





Pendidikan (education) tidak sama dengan sekolah (schooling). Sekolah merupakan bagian dari kegiatan pendidikan atau belajar. Sekolah secara umum diarahkan untuk pendidikan anak (TK, SD) dan pemuda (SMP – SMA) Perguruan Tinggi. Pendidikan Orang Dewasa secara umum dilakukan dalam pendidikan non formal, yang dapat dilakukan di tempat kerja, masyarakat dalam bentuk kurus atau kepelatihan.

Pendidikan Orang Dewasa ( Adult Education )
Pendidikan → dapat dilakukan dengan belajar (Learning) tetapi juga sering dianggap sama.
Semua kegiatan pendidikan melibatkan belajar tetapi tidak semua kegiatan belajar melibatkan pendidikan. Pendidikan selalu terdapat unsur kegiatan yang dirancang (didesain) dan disengaja, dengan tujuan yang dtetapkan. Sedangkan belajar dapat berjalan atau dilakukan secara insidental, tidak dirancang, dan dalam waktu yang sangat pendek. Pada orang dewasa pendidikan dapat dilakukan dengan self education dimana kegiatan pendidikan dapat bersifat belajar yang diarahkan oleh diri sendiri. Pada self education yang terjadi pada orang dewasa, tujuan, materi, metode, belajar diarahkan oleh diri sendiri; orang dewasa sudah dapat bertanggungjawab terhadap aktivitas pendidikan atau belajar.
Orang dewasa ( Adult ) terdapat batasan pengertian orang dewasa yang sering membingungkan.
Dewasa dapat dilihat dalam batasan, biologis, psikologis, dan sosial. Dewasa secara biologis menunjuk pada perkembangan biologis, umumnya dikaitkan dengan kesiapan untuk reproduksi. Masalahnya, seseorang sering sudah dianggap dewasa secara biologis, tetapi belum tentu dewasa secara psikologis. Dewasa psikologis umumnya dikaitkan dengan kemampuan mental untuk memikul tanggung jawab oleh keputusan/pilihan. Dewasa sosial umumnya dikaitkan dengan kemampuan untuk melakukan peran sosial (kemasyarakatan) sebagai orang tua dari anak-anaknya pemimpin dalam organisasi kerja dan lain-lain. 

Pengertian
Pendidikan Orang Dewasa adalah suatu proses dimana orang-orang yang sudah memiliki peran sosial sebagai orang dewasa melakukan aktivitas belajar yang sistematik dan berkelanjutan dengan tujuan untuk membuat perubahan dalam pengetahuan, sikap, nilai-nilai, dan keterampilan.

Beberapa fungsi/tugas dilakukan dalam POD (Pendidikan Orang Dewasa)
Tugas-tugas yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan POD adalah :
1. Tugas sebagai guru ( fasilitator )
2. Tugas sebagai pengembang program (Program Developer)
3. Tugas sebagai pengelola ( administration )
4. Tugas sebagai konselor ( Conselor )

Tujuan POD
Pendidikan Orang Dewasa umumnya memiliki sasaran kelompok orang dewasa yang beraneka ragam, baik usianya, tingkat pendidikannya. Lingkungan sosialnya, pelajarannya dan lain-lain. Misalnya pendidikan keaksaraan Functional (Functional Literacy program) warga belajrnya orang dewasa yang masuk buta huruf dan sering terdiri ekonominya msikin. Sedang Pendidikan kepelatihan di industri/perkantiran warga belajarnya adalah para pekerja maupun sifat yang umumnya tingat pendidikannya cukup tinggi dn kondisi ekonominya cukup baik.
Tujuan POD dengan demikian beraneka ragam sesuai dengan permasalahannya, dan sasarannya. Secara umum terdapat beberapa tujuan:
1. Tujuan POD bagi pengembang kecerdasan/intelektual
2. Tujuan POD bagi aktualisasi dari indvidu peserta belajar
3. Tujuan POD bagi bagi pengembangan personal dan sosial
4. Tujuan POD bagi perubahan sosial (masyarakat)
5. Tujuan POD bagi pengembangan SDM dalam organisasi kerja (efektivitas organisasi )

Program POD
Program secara umum diartikan suatu kegiatan bekajar (kurikulum) yang drancang oleh suatu lembaga (institusi ) yang digunaan bagi peserta didik untuk mengikut kegiatan belajar sesuai dengan tujuan pendidikan (pembelajaran) yang ditetapkan. Misalnya program khusus menjahit bagi para peserta sesudah selesai mengikuti program untuk memasuki dunia kerja di industri konveksi atau mendirikan usaha sendiri seperti butik atau penjahitan.
Institusi atau lembaga yang menyusun program POD antara lain :
1. Lembaga kursus
2. Pusat pendidikan & pelatihan ( balai latihan, tenaga kerja; BLK )
3. Pusat kegiatan belajar ( SKB )
4. BPKB ( Badan Pengembangan Kegiatan Belajar )
5. BPPNFI ( Badan Pengembangan Pendidikan Non Formal-Informal)
6. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
7. Perguruan Tinggi ( Program Pendidikan Ekstension )
8. Pendidikan & Pelatihan di Perusahaan / Perkantoran

http://bayoedarkochan.wordpress.com/pendidikan-luar-sekolah/kepemudaan/



ini salah satu video kegiatannya....



sumber: http://www.youtube.com/watch?v=R0xlVVroEYg
 

PLSku.. Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review